oleh

Jangan Perjualbelikan Daun Kratom

KASONGAN – Masyarakat di Kabupaten Katingan dilarang untuk memperjualbelikan daun kratom, sapar dan puri, karena mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan.

Larangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Katingan Nomor B/20/BNK/2019. Surat edaran tersebut disampaikan kepada kepala desa di Bumi Penyang Hinje Simpei.

Baca Juga :  Memasuki Pensiun, Staf Ahli Bupati Mura Serahkan Aset Daerah

Dalam surat edaran tersebut, Ketua BNK Katingan Sunardi menjelaskan bahwa instruksi ini merupakan tindak lanjut dari BNN Provinsi Kalimantan Tengah Nomor B/1405/x/Ka/pc.00.02/2019/BNNP-KT tertanggal 21 Oktober 2019 perihal mewaspadai peredaran dan budi daya kratom, daun sapat dan daun puri.

Baca Juga :  Preservasi Jalan Nasional Tanggung Jawab Balai Dirjen PUPR

“Daun Kratom, Sapat dan Puri mengandung Alkaloid Mytragyna yang mempunyai efek stimulan dan sedative narkotika,” kata Sunardi.

Wakil Bupati Katingan ini mengimbau kepada seluruh masyarakat di kabupaten setempat agar tidak hanya melakukan jual beli dan membudidayakan serta penyalahgunaan daun kratom, sapar dan puri.

Baca Juga :  Bupati dan Wakil Bupati Kotim Terpilih Resmi Dilantik

“Bahan tumbuhan tersebut dapat menimbulkan adiksi dan dapat membahayakan kesehatan masyarakat,” kata Sunardi. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BACA JUGA