oleh

Jaga Kerukunan Antarumat Beragama di Bulan Ramadhan

SAMPIT, inikalteng.com – Mulai hari ini umat Islam di dunia mulai menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H Hairis Salamad meminta masyarakat di daerah setempat untuk menjaga kerukunan antarumat beragama dengan saling menghormati.

“Saya mengucapkan Marhaban ya Ramadhan, selamat menjalankan ibadah puasa bagi umat Muslim di Kabupaten Kotim. Mari kita menjalankan ibadah puasa ini dengan hati yang damai, hati yang bersih, serta bisa saling menghormati di antara kita, agar makna ibadah puasa yang diajarkan oleh Rasulullah (Nabi Muhammad SAW) dapat kita sikapi dan kita jalankan dengan penuh keikhlasan,” ucap Hairis Salamad di Sampit, Selasa (13/4/2021).

Baca Juga :  Pelaku Balapan Liar di Sampit Harus Ditindak Tegas

Dikatakan, dengan kerukunan yang dilandasi semangat saling menghormati dan menghargai, maka kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Kotim ini akan terus terjaga dengan baik. Kepada seluruh umat Muslim, diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga :  Aspirasi Mahasiswa Kotim Terkait Penolakan UU Cipta Kerja akan Disampaikan ke Pusat

“Untuk warga nonmuslim, kami harapkan agar bisa menghormati dan menghargai umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Dengan cara tersebut, menjadikan hubungan dan toleransi antarumat beragama berjalan efektif,” ujar Hairis Salamad.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mengatakan, dengan saling menghormati hal ini mencerminkan masyarakat Kabupaten Kotim ini sangat beradap, dan menjadi tolok ukur hubungan toleransi antarumat beragama di tengah masyarakat.

“Kami juga mengimbau masyarakat terus menjaga kondusifitas daerah, khususnya yang berhubungan dengan toleransi dan kerukunan umat beragama yang selama ini berjalan baik. Ini yang harus terus kita pertahankan di Kabupaten Kotim,” imbau Hairis Salamad.

Baca Juga :  Tim Wantannas Pelajari Konsep Ketahanan Pangan ke Kampus UPR

Dia berharap peran tokoh agama, tokoh masyarakat, damang dan mantir adat sangatlah diperlukan dalam memberikan pemahaman terkait hal ini kepada masyarakat. Sehingga sesama umat beragama bisa saling menghargai, dan masyarakat dapat selalu hidup berdampingan. (ya/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA