oleh

Gubernur Kalteng Minta Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas

PALANGKA RAYA- Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, menilai alokasi anggaran untuk perjalanan dinas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kalteng, terlalu besar hingga mencapai ratusan miliar rupiah.

“Sejak saya menjabat sebagai Gubernur, salah satu sorotan saya adalah perjalanan dinas. Saya minta diturunkan angkanya. Kalau di angka Rp200 miliar, paling tidak separuhnya diturunkan,” ungkap Sugianto Sabran saat mengunjungi Kantor Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfo PS) Provinsi Kalteng, di Palangka Raya, Kamis (26/12/2019).

Baca Juga :  Kawal Program Pembangunan, Pemprov Kalteng MoU dengan Kejaksaan

Anggaran yang ada, kata Gubernur, sangat penting untuk membangun Kalteng lebih baik lagi. Karena itu, anggaran untuk perjalanan dinas di tahun 2020 sudah dipangkas beberapa persen.

Dalam kunjungan ini, Gubernur Kalteng didampingi Sekda Kalteng Fahrizal Fitri, Asisten Administrasi dan Pembangunan Setda Kalteng Nurul Edy, Inspektur Provinsi Kalteng Sapto Nugroho, Kepala Bappelitbang Kalteng Yuren S Bahat, dan Kepala Diskominfo PS Provinsi Kalteng Herson B Aden.

Baca Juga :  Masyarakat Flamboyan Bawah Dapatkan 1.000 Dosis Vaksinasi

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kalteng Yuren S Bahat mengakui, pihaknya sudah memangkas anggaran perjalanan dinas ASN Pemprov Kalteng.

“Berdasarkan instruksi Pak Gubernur, sudah kita pangkas (anggaran perjalanan dinas). Begitu juga anggaran pemeliharaan kantor, dan pengadaan pakaian dinas juga kita pangkas,” ungkap Yuren kepada sejumlah wartawan.

Dia menambahkan, biaya perjalanan dinas memang masih berpotensi untuk dipangkas. Hal masih dirapatkan, dan tergantung masing-masing keperluan SOPD yang sifatnya tidak terlalu mendesak.

Baca Juga :  Pemkab Kapuas Canangkan BIAN 2022

Dipaparkan, anggaran perjalanan dinas tahun 2020 sudah dipangkas hingga sebesar 25 persen dari angka sebelumnya Rp200 miliar lebih. Sehingga kini menjadi sekitar Rp150 miliar lebih.

“Hasil pemotongan anggaran perjalanan dinas itu, diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan di Provinsi Kalteng,” ungkap Yuren S Bahat.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA