oleh

Gubernur Kalteng Bangga Jembatan Tumbang Samba Rampung

GUBERNUR Kalteng H Sugianto Sabran, mengaku sangat bangga dan menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan pemerintah Pusat, atas rampungnya Jembatan Tumbang Samba, Kabupaten Katingan. Pasalnya, jembatan itu sudah bisa dilalui warga.

Kepada wartawan usai melaksanakan rapat kegiatan ketahanan pangan setelah kunjungan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kamis (11/6/2020) kemarin, menuturkan, dengan tersambungnya dan sudah operasionalnya Jembatan Tumbang Samba, dapat membuka keterisolasian daerah dan sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Khususnya di wilayah Kalteng dan Kalimantan, termasuk juga membantu konektifitas dalam memingkatkan ketahanan pangan nasional di Kalteng.

“Alhamdulillah, Jembatan Tumbang Samba sudah selesai dan rampung. Ini adalah karya pemerintah pusat yang membantu Kalteng, dalam meningkatkan infrastruktur wilayah tengah Kalimantan. Kami merasa bangga. Kami yakin, peningkatan perekonomian masyarakat juga akan meningkat ke depanya,” katanya.

Gubernur juga mengakui, sebelumnya dia bersama Kepala Dinas PUPR Kalteng Shalahuddin sudah meninjau lokasi pembangunan jembatan itu, sembari menyambangi warga untuk mendengar aspirasi hingga memantau akses infrastruktur guna dapat terkoneksi antara nasional, provinsi, serta kabupaten dan kota.

“Pembangunan jembatan Tumbang Samba ini dilakukan Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR sejak 2017, dan sudah rampung tahun ini. Siap diresmikan Bapak Presiden dan Menteri PU nantinya,” ujarnya.

Baca Juga :  Potensi Budidaya Semangka Cukup Menjanjikan di Desa Saka Lagun

Begitu juga dengan yang dilakukan Pemprov Kalteng di daerah, lanjut Gubernur, pembangunan infrastruktur bersinergi dengan pemerintah pusat, seperti Jembatan Layang Kolam di Kobar, perbaikan Jembatan di wilayah Barito, hingga pembangunan jalan dan perbaikan jalan di berbagai daerah. Sehingga pembangunan yang dilakukan, dapat teringrasi dan baik, untuk menunjang dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kalteng Shalahuddin, mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional serta Kementrian PUPR, untuk rencana peresmian jembatan tersebut.

“Jembatan Tumbang Samba ini yang sudah rampung 100 persen dan siap diresmikan, untuk mendukung konektivitas program lumbung pangan baru di Kalteng. Kehadiran jembatan ini menjadi elemen krusial bagi kelancaran konektivitas di Lintas Tengah Kalimantan,” ungkapnya.

Terpisah, Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono dalam rilisnya, menyebutkan, Jembatan Tumbang Samba merupakan jembatan yang menghubungkan Desa Telok dan Desa Samba Danum, di Kecamatan Katingan Tengah, Kalteng. Sehingga diharapkan, kegiatan ekonomi di daerah sekitar dapat terus tumbuh dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

“Semakin terhubungnya Lintas Tengah Kalimantan, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan. Karena di sekitarnya, terdapat perkebunan seperti sawit, karet, dan pertambangan. Jadi akan mempercepat transportasi logistik,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin, Ditjen Bina Marga, Budi Harimawan Semihardjo, mengungkapkan, pembangunan Jembatan Tumbang Samba bertujuan untuk membuka kawasan terisolir di Utara Katingan dan melengkapi struktur jaringan jalan nasional dari Kalteng menuju ke Kalbar dan sebaliknya.

Baca Juga :  PWI Pulpis Sosialisasikan UU Pers Kepada Pelajar SMK

Dengan itu, nantinya akan membawa efek positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah Utara Katingan. Selain itu, Jembatan Tumbang Samba juga akan mendukung peningkatan konektivitas menuju lokasi rencana pengembangan food estate atau daerah yang ditetapkan sebagai lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa.

“Lokasi lumbung pangan baru yang juga merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) 2020 – 2024, rencananya berada di Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng. Kehadiran jembatan yang melintasi Sungai Katingan ini, sudah sangat ditunggu dan direspon positif masyarakat Kalteng. Karena akan mempermudah pergerakan masyarakat dari bagian hulu atau utara Katingan ke Pasar Tumbang Samba hingga ke batas Kalbar,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Jembatan Tumbang Samba dibangun mulai 2017 dan menjadi yang pertama di Indonesia menggunakan tipe jembatan Pelengkung Baja Modified Network Tied Arch Bridge. Jembatan ini, telah melalui uji beban statik dan dinamik Komisi Keamanan Jalan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), serta memeroleh sertifikat  persetujuan laik fungsi jembatan nomor BM.05.03-Mn/896, 11 Mei 2020 dari Menteri PUPR.

Baca Juga :  Anggota BPD Tiga Desa Kecamatan Lahei Diresmikan

Bahkan BBPJN XI Banjarmasin, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, telah melaksanaan uji coba Open Traffic Jembatan Tumbang Samba, pada Senin 1 Juni 2020, yang dihadiri Bupati Katingan Sakariyas.

Dari sisi struktur pelengkung utama, Jembatan Tumbang Samba lebih ringan bila dibandingkan dengan jembatan lain. Sekitar 30 persen kapasitas struktur ditopang hanger, sehingga bisa menghasilkan desain struktur rangka baja yang efisien dan ekonomis, serta memiliki nilai estetika yang tinggi.

Dengan bentang 108 meter, lebar jembatan 11,8 meter, dan tinggi 23,7 meter, secara keseluruhan Jembatan Tumbang Samba memiliki bobot struktur utama hanya sekitar 450 ton. Jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan Jembatan Holtekamp yang memiliki berat 2.000 ton dengan konfigurasi bentang 112 meter, lebar 26 meter, dan tinggi 20 meter. Sedangkan dari sisi produksi, keseluruhan proses produksi menggunakan produk dalam negeri, mulai dari struktur baja, trial assembly, proses full span lifting, dan juga tenaga kerja.  

Pekerjaan konstruksi jembatan, dilaksanakan dengan nilai kontrak tahun jamak sebesar Rp298 miliar yang dikerjakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang juga memproduksi sendiri pelengkung baja jembatan tersebut, dengan Konsultan Supervisi PT Perentjana Djaja juga memproduksi sendiri pelengkung baja jembatan tersebut.

Jembatan dengan total panjang 843,2 meter tersebut akan menjadi yang terpanjang di Bumi Tambun Bungai, serta dilengkapi dengan jembatan penghubung dan jalan pendekat pada kedua sisi. Jembatan itu nantinya, bakal dimanfaatkan lalu lintas kendaraan dari berbagai daerah, sehingga masyarakat tidak perlu lagi menggunakan jasa kapal fery untuk menyeberangi Sungai Katingan. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA