oleh

Gubernur Ingatkan Peran Strategis Jamkrida Dalam Pembangunan

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran mewakili Pemprov Kalteng dan sebagai pemegang saham pengendali PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) setempat, mengingatkan peran strategis PT Jamkrida dalam pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan H Sugianto Sabran langsung dari Pangkalan Bun secara virtual, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku Desember 2019 dan RUPS Luar Biasa PT Jamkrida Kalteng, yang juga dihadiri Direktur Utama PT Jamkrida Kalteng Suhartono dan Komisaris Utama Friendy S Djala, serta diikuti seluruh Bupati dan Wali Kota selaku pemegang saham, di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (6/12/2020).

Dalam arahannya, Gubernur Kalteng menekankan peran strategis PT Jamkrida Kalteng sebagai industri penjamin, yang turut serta dalam pembangunan. Mengingat peranannya, dalam membantu UMKM untuk mengakses pendanaan dari perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

Baca Juga :  Pemko Palangka Raya Gencarkan Penertiban Parkir Liar

“Jajaran Komisaris dan Direktur agar tetap berkoordinasi dengan pemegang saham pengendali, dalam hal ini Gubernur untuk mengomunikasikan rencana dan kinerja perusahaan,” tegasnya sambil mengingatkan bagi sejumlah kabupaten yang belum memenuhi komitmen awal, agar segera menyelesaikan komitmen tersebut pada 2021 ini.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Jamkrida Kalteng Friendly S Djala dalam laporannya, menuturkan, sebagaimana Anggaran Dasar (AD) PT. Jamkrida Kalteng memiliki visi menjadi perusahaan penjaminan kredit yang sehat, serta sebagai pendamping yang peduli bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Koperasi menuju sukses dan mandiri, sehingga terjadi peningkatan daya saing dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Masyarakat Diminta Berperan Sukseskan Program Pemulihan Ekonomi

“Jamkrida berfungsi untuk menyejahterakan masyarakat. Fungsi sosial, sebagai penugasan mewakili pemerintah daerah dalam berperan membantu UMKM atau Koperasi,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, dia juga melaporkan capaian kinerja yang telah diaudit Akuntan Publik, antara lain hasil usaha tahun buku 2019 mencatatkan peningkatan laba sebesar Rp1 miliar lebih dibandingkan laba 2018 sebesar Rp857 juta lebih. Selain itu, aset juga mengalami kenaikan sebesar Rp112 miliar lebih dibandingkan 2018 sebesar Rp100 miliar lebih.

“Dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Lembaga Penjamin Pasal 7 Ayat 2 poin a, disebutkan bahwa jumlah modal disetor perusahaan penjaminan dan perusahaan penjaminan syariah ditetapkan paling sedikit Rp100 miliar untuk lingkup nasional. Sehubungan dengan hal tersebut, jumlah setoran yang masuk dari seluruh pemegang saham sampai pelaksanaan RUPS adalah sebesar Rp85,51 miliar,” sebutnya.

Baca Juga :  Plt Gubernur Kalteng Buka Kick Off Kalteng Corporate University

Sebabnya melalui RUPS tersebut, Gubernur diharapkan mengingatkan kembali komitmen para pemegang saham, yakni sejumlah kabupaten dan kota yang belum memenuhi komitmen awal, sesuai dengan Akta Pendirian. Tujuannya, agar kinerja operasional PT Jamkrida Kalteng dapat terus berjalan untuk membantu UMKM atau Koperasi di Kalteng. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA