oleh

FKPT Kalteng Kutuk Bom Makassar dan Imbau Masyarakat Tidak Panik

PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Duka mendalam kembali mendera Indonesia. Sebuah bom meledak di Gereja Katedral Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, hingga menelan 20 orang korban, Minggu (28/3).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tujuh orang korban yang luka-luka menjalani perawatan di RS Bhayangkara, dan empat orang RS Siloam. Sisanya sudah diperbolehkan untuk pulang. Para korban mengalami luka ringan, sedang, hingga berat. Bagi korban ledakan yang mengalami luka ringan, diberikan rawat jalan.

Terkait hal itu, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Kalimantan Tengah (FKPT Kalteng) mengeluarkan pernyataan sikap, yang langsung disampaikan Ketua FKPT Kalteng Dr Khairil Anwar.

Pernyataan sikap itu di antaranya, menolak dan mengutuk keras segala bentuk aksi kekerasan dan aksi terorisme, karena tidak menggambarkan sikap agama manapun, khususnya agama Islam. Karena agama Islam mengajarkan kasih sayang, rahmatan lil’alamin.

Baca Juga :  Presiden Tinjau Lokasi IKN Baru

FKPT Kalteng menyampaikan duka dan rasa empati yang sangat mendalam kepada para keluarga korban dan umumnya umat Kristiani atas kejadian ini. Pihaknya juga mengimbau seluruh masyarakat agar tidak panik dan mudah terprovokasi, serta tetap bergandengan tangan menjaga dan mengawal NKRI.

FKPT Kalteng mendesak pemerintah khususnya Polri untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap terorisme dan radikalisme. “Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan foto-foto korban bom, demi menjaga suasana batin keluarga korban,” ucap Khairil Anwar.

Baca Juga :  HUT Ke-75 RI Momentum Isi Pembangunan dengan Semangat Huma Betang

Khairil Anwar mengharapkan agar Pemerintah Provinsi Kalteng, Forkompinda dan FKPT Kalteng, dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam mencegah radikalisme dan terorisme.

Ketua FKPT Provinsi Kalteng juga meminta masyarakat tetap mewaspadai paham radikalisme yang mengarah pada tindak kekerasan. Paham radikalisme mengajarkan ideologi yang bertentangan dengan agama maupun negara. Masyarakat perlu waspada terhadap ajakan yang mengarah pada sebuah ideologi yang bertentangan dengan agama dan negara.

“Ideologi yang ditanamkan oleh paham radikalisme bertentangan dengan agama maupun negara. Jadi, kita semua perlu waspada, jangan sampai justru ikut terpapar,” tegas Khairil.

Apa yang disampaikan Khairil Anwar ini, sejalan dengan pernyataan sikap 32 FKPT seluruh Indonesia, yang disampaikan Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI, Moch Chairil Anwar, di antaranya mengutuk keras terjadinya bom bunuh diri tersebut, yang dinilai telah terpapar paham radikalisme dan terorisme. Ditegaskan bahwa aksi tersebut tidak terkait dengan agama tertentu. Yang jelas, radikalisme dan terorisme musuh kemanusiaan.

Baca Juga :  FK3T Kapuas Dukung Pemkab

“Semua agama tidak ada yang mengajarkan aksi terorisme (bom bunuh diri). Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap harus waspada dan tetap solid. Semua masyarakat harus berkolaborasi dalam menghalau serta melawan paham radikalisme dan terorisme,” kata Moch Chairil Anwar. (*/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA