oleh

DPRD Kotim Dukung Pengoperasian Dermaga Pelangsian

SAMPIT, inikalteng.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), H Rudianur sangat mendukung pemerintah daerah yang telah mengoperasikan Dermaga Pelangsian di Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, sejak Jumat (17/9/2021) lalu. Langkah itu dinilai sangat tepat.

“Kami sangat mendukung pemerintah Kabupaten Kotim yang telah mengoperasikan Dermaga Pelangsian yang sudah lama tidak dimanfaatkan. Langkah ini sangat tepat untuk peningkatan pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) Kotim, dan perekonomian masyarakat sekitar dermaga tersebut,” kata Rudianur saat dibincangi di ruang kerjannya, Senin (20/9/2021).

Baca Juga :  Legislator Dorong Masyarakat Kotim Geluti Usaha Tambak Ikan
Dermaga Pelangsian di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotim yang sudah mulai dioperasikan sejak pekan kemarin.

Menurutnya, Dermaga Pelangsian sangat potensial untuk dioptimalkan guna menambah PAD Kabupaten Kotim. Untuk itu, pihaknya juga meminta agar pemerintah daerah dapat berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan dermaga tersebut. “Kami meminta pemerintah daerah dapat mengoptimalkan dermaga tersebut. Hal itu untuk kemajuan daerah ini, karena selama ini dermaga tersebut dibangun tetapi tidak dimanfaatkan, sehingga tidak ada pemasukan juga bagi daerah,” ujar Rudianur.

Baca Juga :  Proyek Multiyears di Kotim Disinyalir Bermasalah

Dia juga menjelaskan, Dermaga Pelangsian dibangun tahun 2014 menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan selesai pada akhir tahun 2015. Namun dari sejak itu tidak pernah difungsikan oleh pemerintah daerah, karena ada aturan yang harus dilalui. Sehingga baru sekarang mendapatkan izin Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Baca Juga :  Ruang Belajar SMP Negeri 4 Tasik Payawan Perlu Direhab

“Harapan kita, dengan dikelolanya Dermaga Pelangsian tersebut tidak ada lagi ‘pelabuhan tikus’ beroperasi di Kabupaten Kotim. Selain mampu meningkatkan PAD, dampak positif lainnya dengan dioperasikannya Pelabuhan Pelangsian, akan mengurangi kegiatan pelabuhan yang diduga banyak ilegal beroperasi di daerah ini,” jelas Rudianur. (ya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA