oleh

DK PWI Pusat Minta Wartawan Jaga Jarak dalam Pilkada

JAKARTA – Dewan Kehormatan (DK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, kembali mengingatkan pentingnya media dan wartawan agar menjaga jarak dalam kontestasi politik pilkada 2020. Pasalnya seperti diketahui pilkada serentak akan digelar di 270 daerah, baik propinsi, kota, dan kabupaten di seluruh Indonesia pada 9 Desember 2020.

Ketua DK PWI Pusat Ilham Bintang dalam rilisnya, belum lama tadi, mengaku banyak menerima pengaduan mengenai keterlibatan wartawan dan bahkan pengurus organisasi wartawan dalam dukung-mendukung pasangan calon di daerah.

“Khittah profesi wartawan dan pekerjaan jurnalistik sejak dulu adalah tidak memihak dan independen, khususnya selama proses pilkada. Sikap itu untuk menjaga Pilkada berjalan demokratis, mengawasi  azas jujur dan adil, sehingga menghasilkan kepemimpinan daerah yang terbaik,” katanya.

Baca Juga :  DAD Mura Minta Para Pihak Patuhi Keputusan Sanksi Adat

Sebabnya bagi anggota dan pengurus PWI sendiri dari tingkat kabupaten, provinsi,  dan pusat, sudah jelas panduannya baik dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD-PRT), Kode Etik Jurnalistik, dan Kode Perilaku Wartawan PWI. Namun entah karena kurang sosialisasi atau besarnya godaan, DK mencatat masih terjadi pelanggaran yang dilakukan wartawan dan pengurus PWI.

“Seperti misalnya kasus yang sekarang sedang ditangani DK PWI Pusat, yakni dukungan secara terbuka pengurus PWI di suatu daerah terhadap salah satu pasangan calon dalam pemilihan gubernur. Rapat DK telah merekomendasikan kepada Pengurus PWI Pusat, untuk menindak tegas oknum pengurus dimaksud,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dua Event Internasional akan Terselenggara di Kalteng

Ilham mengingatkan, mendukung saja tidak boleh apalagi menjadi tim sukses atau menjadi pasangan calon. Menurut PD-PRT terbaru hasil Kongres PWI di Solo, jika pengurus PWI bertindak partisan seperti itu, maka harus mengundurkan diri bukan lagi cuti.

Keputusan yang lebih tegas itu, tidak lain dikeluarkan demi menjaga integritas, martabat, dan profesionalitas wartawan. Untuk itu, peran media hendaknya lebih ditekankan untuk mengawal terselenggaranya kontestasi politik yang jujur dan adil, serta menyosialisasikan pasangan calon secara terang benderang agar masyarakat tidak salah pilih.

Baca Juga :  Rumah Ibadah di Palangka Raya Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

DK PWI Pusat, sambungnya, mengajak insan pers untuk menjada self interest distancing di musim pilkada seperti sekarang ini. Jika perlu, secara khusus memberikan panduan agar pilkada berlangsung aman karena di tengah pandemi.

Di sisi lain, DK PWI juga menyoroti masih banyaknya ketidakakuratan dalam pemberitaan bahkan pemelintiran berita, sehingga menghasilkan bias informasi. “Menjadi wartawan itu berat tanggung jawabnya. Dituntut selalu profesional, menjaga kode etik, dan kode perilaku wartawan,” tutup Ilham Bintang. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA