oleh

Dishub dan Polres Kotim Diminta Tindak Truk Masuk Dalam Kota

SAMPIT – Banyaknya truk bermuatan berat yang hilir mudik di dalam Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), perlu dilakukan penertiban. Karena selain melanggar peraturan bupati (perbup) setempat, juga dinilai dapat memicu cepatnya kerusakan jalan dan bahkan bisa membahayakan pengguna jalan lainnya.

Untuk itu, Anggota Komisi IV DPRD Kotim, Muhammad Kurniawan Anwar, meminta Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polres Kotim agar melarang dan menindak truk-truk bermuatan besar masuk ke jalan protokol dalam Kota Sampit tersebut.

“Truk-truk itu akan cepat merusak jalan, karena berat muatannya melebihi kemampuan jalan kota untuk menahan beban. Jalan itu yang hanya dapat dilalui kendaraan biasa. Selain itu, juga dapat membahayakan pengguna jalan lainnya,” jelas Kurniawan di Sampit, Selasa (8/9/2020).

Baca Juga :  PBS Diminta Bantu Pemeritah Hentikan Penyebaran Covid-19

Harusnya, lanjut dia, truk-truk bermuatan besar dan berat, tidak diperbolehkan masuk ke dalam kota. Aparat kepolisian dan Dishub, agar melakukan evaluasi dan menindak tegas truk-truk itu.

Menurut Kurniawan, akibat adanya pembiaran truk bermuatan besar melaju di dalam kota, beberapa ruas jalan sudah rusak seperti Jalan S Parman, Jalan Pramuka dan beberapa jalan lainnya. Padahal, jalan-jalan tersebut hanya berkapasitas berat maksimal 8 ton. Sementara truk yang hilir mudik di jalan itu, muatannya melebihi kapasitas tersebut.

Baca Juga :  Kadisdik Kapuas Serahkan Bantuan Smartphone Untuk Siswa

“Truk-truk besar masuk ke kota juga ada kategorinya. Kalau mengangkut material untuk infrastruktur, dapat diperbolehkan. Yang tidak boleh adalah truk selain mengangkut bahan material infrastruktur. Jadi, pemerintah daerah melalui Dishub dan kepolisian, harus duduk bersama guna mencari solusi, agar truk-truk bermuatan tidak lewat dalam kota lagi,” ucap Kurniawan.

Baca Juga :  Antisipasi Luapan Limbah Sawit, Jangan Sampai Mencemari Lingkungan

Politisi PAN ini juga berharap pemerintah daerah dan pihak kepolisian terus menegakkan aturan larangan tersebut, agar ruas jalan di dalam Kota Sampit dapat bertahan lama, serta arus lalu lintas tidak terhambat. Harus ada tindakan tegas terhadap truk angkutan yang masuk dalam Kota Sampit.

“Tindakan tersebut dapat berupa sanksi tegas dalam bentuk tilang dan lainnya, yang dapat memberikan efek jera terhadap pelaku pelanggaran aturan itu,” pungkas Kurniawan.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA