Diseminasi PGS-PL Diharapkan Bantu Menurunkan Angka Stunting

KUALA KAPUAS, inikalteng.com – Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat menyatakan sangat mengapresiasi dilaksanakannya Kegiatan Diseminasi Panduan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal (PGS-PL) dan Sosialisasi Program Anakku Sehat dan Cerdas, yang digelar di daerah setempat.

“Saya berharap, kegiatan ini dapat mendukung penurunan angka stunting di Kabupaten Kapuas,” ucap Ben Brahim didampingi Bunda PAUD Kabupaten Kapuas Ary Egahni Ben Bahat, ketika membuka kegiatan tersebut secara virtual, Rabu (19/5/2021).

Dalam kegiatan ini dihadiri Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) dan berbagai pihak terkait lainnya ini, Ben Brahim menambahkan, untuk Kabupaten Kapuas angka stunting sudah turun hingga 10,3 persen, dan diharapkan dapat terus ditekan.

“Kegiatan ini dapat dilaksanakan oleh semua SOPD terkait, dan bersama bekerja menekan stunting di Kabupaten Kapuas,” bebernya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Kapuas, Ary Egahni Ben Bahat, meminta adanya pemberdayaan PAUD Holistik Integratif (PAUD dan Posyandu) di Kabupaten Kapuas. Sehingga saat orang tua mengantarkan anaknya ke sekolah, dapat dijelaskan dan disosialisasikan tentang pentingnya pencegahan stunting.

“PAUD Holistik Integratif adalah penanganan anak usia dini secara utuh atau menyeluruh yang mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan, untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak yang dilakukan secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan di tingkat masyarakat, pemerintah daerah dan pusat,” ujar Ary Egahni yang juga Anggota Komisi 3 DPR RI ini.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, H Suwarno Muriyat menerangkan, tujuan PAUD Holistik Integratif secara umum adalah terselenggaranya layanan pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif menuju terwujudnya anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia.

“Sedangkan secara khusus, adalah terpenuhi Holistik Integratifnya kebutuhan esensial anak usia dini serta terlindunginya anak dari segala bentuk kekerasan, penelantaran, perlakuan yang salah, dan eksploitasi di manapun anak berada,” jelas Suwarno. (sri/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *