oleh

Dinas Pariwisata Petakan Potensi Wisata di Lamandau

NANGA BULIK, inikalteng.com – Sejak tahun 2015 Pemerintah Kabupaten Lamandau melalui Dinas Pariwisata (Dispar) setempat sudah memetakan zonasi wisata berdasarkan potensi yang direncanakan. Dalam perencanaan itu dibagi menjadi zona air, budaya, dan pegunungan.

“Kita akan angkat potensi itu untuk mengoptimalkan pariwisata Kabupaten Lamandau sesuai dengan program visi misi Bupati pada bidang kepariwisataan. Jadi sekarang ini tinggal peningkatan infrastruktur penunjangnya,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lamandau Dr Meigo A Basel MSi, Selasa (14/9/2021).

Baca Juga :  Vaksin Covid-19 Tahap Pertama Tiba di Palangka Raya

Menurutnya, dari hasil pemetaan itu nantinya akan ditetapkan rencana dan program yang akan dilakukan. Terutama dalam penyiapan sarana dan prasarana maupun peningkatan kapasitas serta kapabilitas SDM di bidang pariwisata berbasis kearifan lokal.

“Wisata yang sudah dipetakan adalah wilayah Sampuraga, Karang Besi, Nanga Matu, dan Petarikan, Kecamatan Belantikan Raya. Kemudian, Lubuk Hiju, dan Melata di Kecamatan Mentobi Raya. Sedangkan di Kecamatan Batang Kawa terdapat potensi wisata di Desa Benakitan, dan Jamuat,” jelas Meigo.

Baca Juga :  PPP Katingan Prioritaskan Pembinaan Organisasi Sayap Partai

Selain itu, kata dia, setiap wilayah memiliki potensi yang akan diproyeksikan menjadi pariwisata unggulan, seperti di wilayah Kecamatan Delang sebagai tujuan wisata utama. Selanjutnya ada juga yang menjadi potensi, yakni Desa Tapin Bini, Kecamatan Bulik Timur berupa wisata Bahu Burung dan Air Terjun Palikodan.

“Dengan pemetaan tersebut, maka seluruh aspek pendukung pariwisata memiliki kesiapan infrastrukturnya, sekaligus memperbaharui data dengan melihat kesiapan wilayah yang ada,” ungkap mantan Kadis Dikbud Lamandau ini.

Baca Juga :  Pemkab Barut Diminta Galakkan Pembangunan Ekonomi Masyarakat

Meigo berharap, pengembangan tempat wisata ini mendapatkan dukungan semua pihak, dan tidak bisa dikerjakan sendiri. Semuanya harus dikembangkan bersama masyarakat, dan Pemerintah hanya sebagai pembina untuk menggerakkan semua objek dan daya tarik wisata yang ada. (hy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA