oleh

Dewan Nilai Kontribusi Koperasi-UMKM Masih Tertinggal

MUARA TEWEH, inikalteng.com – Legislator DPRD Barito Utara (barut) H Abri menilai, jumlah koperasi serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah itu cukup banyak. Namun bila dilihat dari kontribusi yang diberikan, masih jauh tertinggal dengan usaha besar.

Kepada awak media, Selasa (23/3/2021), H Abri, mengatakan, di Barut sudah ada 200 lebih koperasi dan sekitar 700-an UMKM, artinya jumlah tersebut apabila dibandingkan dengan usaha besar menunjukan angka yang signifikan. Tetapi pada kenyataannya, banyak pelaku ekonomi berskala besar yang mengambil peran perekonomian.

Baca Juga :  Tujuh Keluarga Korban Kecelakaan di Sungai Sebangau Dapat Santunan dari Pemprov Kalteng

“Upaya meningkatkan perekonomian secara lebih adil dan merata, serta berkesinambungan diperlukan peran semua pelaku ekonomi. Tidak terkecuali koperasi dan UMKM,” katanya.

Ditambahkan, Koperasi dan UMKM merupakan kegiatan usaha yang sangat vital dan strategis dalam sistem perekonomian nasional. Karena koperasi merupakan salah satu sokoguru perekonomian Indonesia, sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 Pasal 33 Ayat 1, yang berbunyi ‘perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan’.

Baca Juga :  Wabup Kunjungi Posko Karang Taruna Seruyan Raya

“Dalam pasal tersebut, secara implisit menunjukan kedudukan koperasi sangat penting sebagai badan usaha yang berdasarkan atas azas kekeluargaan, yang diyakini dapat menopang perekonomian Indonesia. Sehingga campur tangan pemerintah daerah seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012, dimaksudkan untuk mencegah akibat buruk dari mekanisme pasar terhadap pembangunan daerah, serta menjaga agar pembangunan dan hasil dapat dinikmati pelaku ekonomi daerah,” terangnya.

Di sisi lain, lanjut H Abri, keberadaan koperasi dan UMKM mencerminkan wujud nyata kehidupan sosial dan ekonomi menjadi bagian terbesar dari masyarakat pada saat ini. Di mana terlihat bahwa para pelaku ekonomi yang ada di daerah, kebanyakan para pengusaha kecil menengah yang sangat berperan dalam pembangunan ekonomi.

Baca Juga :  PGRI Mura Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

“Harus diakui bahwa koperasi dan UMKM ini belum mendapat perhatian sepenuhnya dari pemerintah, baik berkaitan dengan permodalan maupun aspek lainnya. Padahal usaha yang dilakukan merupakan usaha ekonomi oleh sebagian besar masyarakat, juga penggerak ekonomi kerakyatan,” pungkasnya. (mhd/red2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA