oleh

Desa Pelangsian Minim Pembangunan

SAMPIT, inikalteng.com – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Kurniawan Anwar,
menyayangkan minimnya pembangunan  di wilayah sekitar Kota Sampit. Meski letaknya tidak jauh dari jantung Kota Sampit, namun tahun ini ternyata tidak ada pembangunan untuk desa tersebut.

“Salah satu contohnya adalah Desa Pelangsian yang notabene masuk Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, dan hanya berjarak tujuh kilometer dari pusat Kota Sampit. Tapi hampir tidak ada pembangunan yang berarti. Ini menjadi ironis dan sangat disayangkan,” kata Kurniawan di Sampit, Rabu (22/6/2022).

Baca Juga :  Ini Sikap Teras Terkait Dugaan Penghinaan Hutan dan Masyarakat Kalimantan

Menurut Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, minimnya pembangunan di desa diduga akibat pemerintah kabupaten lebih banyak mendengarkan aspirasi masyarakat di kota. Kondisi ini cukup disayangkan karena secara nyata di lapangan, justru perdesaan yang masih membutuhkan banyak sentuhan pembangunan. Hingga saat ini, banyak desa di Kotim yang sangat minim tersentuh pembangunan. Masyarakat sangat berharap desa mereka menjadi perhatian agar dilakukan percepatan pembangunan.

“Selain terbatasnya infrastruktur, petani setempat juga mengeluhkan sering gagal panen apabila musim hujan tiba. Pemicunya adalah tidak adanya saluran irigasi yang membuat air hujan tidak mengalir, sehingga merendam tanaman mereka,” jelas Kurniawan.

Baca Juga :  Gereja Kayu GKE Panenga di Jalan Mendawai Terendam Banjir

Diungkapkan, aspirasi serupa juga disampaikan masyarakat Desa Pelangsian di Gang Mawar 2. Masyarakat setempat mengaku kecewa karena merasa minimnya perhatian dari perangkat desa, bahkan pihak kecamatan pun dinilai tidak pernah peduli. Masyarakat mengadu karena menilai hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tidak pernah jadi kenyataan. Bappelitbangda sebagai perencana daerah juga tidak ada aksi yang berarti, sehingga sangat mengecewakan.

Baca Juga :  Peredaran Miras di Kotim Kian Bebas

“Kami harap kepala daerah bisa segera mengevaluasi SOPD yang tidak peka terhadap masyarakat. Jangan sampai masyarakat tambah kecewa. Ini hanya sedikit contoh, karena masih banyak desa lain yang lebih kritis, bahkan bertahun-tahun tak pernah mendapat dampak pembangunan,” ujarnya.

Karena itu, Kurniawan meminta pembangunan di desa-desa tetap mendapat perhatian pemerintah kabupaten meski porsinya disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Ini juga merupakan upaya percepatan kemajuan, kemandirian dan peningkatan perekonomian masyarakat. (ya/red1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BACA JUGA