Bupati Kotim Apresiasi Pentas Seni dan Budaya yang Digelar DAD

SAMPIT, inikalteng.com- Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, mengapresiasi penuh rangkaian pentas seni dan budaya yang digelar Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim di Halaman Kantor DAD Kotim, Sabtu (29/11).

Acara yang menampilkan karungut, manasai bersama, serta lomba masak tradisional itu dinilainya menjadi wadah penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Dayak di tengah arus modernisasi.

Dia menegaskan bahwa kuliner tradisional merupakan bagian dari warisan budaya yang harus dijaga dan diwariskan.

“Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi DAD yang kembali mengangkat masakan tradisional dalam kegiatan ini. Semua hidangan yang disajikan benar-benar asli tradisional. Ini yang harus kita pertahankan,” ujarnya.

Ia menilai kuliner tradisional tidak hanya memiliki cita rasa yang kuat, tetapi juga lebih sehat karena berbahan dasar alami.

“Makanan modern itu sering kali punya risiko penyakit lebih besar. Kalau makanan tradisional, semua unsurnya alami, bahkan bisa menjadi obat,” tambahnya.

Beberapa menu khas Dayak yang ditampilkan dalam lomba antara lain juhu singkah, juhu asem, gangan belamak, hingga tumbuk pucuk kunjui.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemkab Kotim konsisten mendukung pelestarian budaya, termasuk melalui Festival Habaring Hurung yang setiap tahun selalu menampilkan lomba masak tradisional.

“Di tingkat provinsi juga ada lomba memasak tradisional. Pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan seperti ini. Kalau DAD ingin ikut sampai tingkat provinsi, tentu kami sangat mendukung,” katanya.

Halikinnor menyebut penampilan karungut dan manasai bersama dalam kegiatan DAD sebagai ruang ekspresi budaya yang harus terus dihidupkan, karena mampu menguatkan jati diri masyarakat Dayak sekaligus menjadi daya tarik pariwisata daerah.

“Tradisi seperti karungut dan manasai itu identitas kita. Semakin sering ditampilkan, semakin kuat budaya kita dikenalkan,” tuturnya.

Ia berharap generasi muda tidak hanya melihat budaya sebatas seremoni, tetapi juga memahami pentingnya melestarikan kuliner serta tradisi leluhur.

Penulis : Ardi
Editor : Ika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *