oleh

Bapas Pangkalan Bun Kembali Dampingi Diversi Klien Anak

PANGKALAN BUN, inikalteng.com – Setelah sebelumnya gagal menemukan titik kesepakatan diversi terhadap anak yang berkonflik dengan hukum (klien anak) di tingkat penyidikan, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Pangkalan Bun Kantor Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) wajib melakukan pendampingan diversi di tingkat penuntutan bertempat di Kejaksaan Negeri Kotawaringin Barat (Kejari Kobar), Senin (20/3/2023).

Baca Juga :  Pj Bupati Pulpis Hadiri Kick-Off Pilot Project Inovasi Gemar Posting

Bapas Pangkalan Bun yang dalam kegiatan ini dihadiri oleh Wayan Iryawan selaku Kepala Sub Seksi Bimbingan Klien Anak dan Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Pertama Raditya Senja Utama, melakukan pendampingan diversi tingkat penuntutan, meskipun kembali gagal agar proses peradilan pidana anak dapat berjalan dengan baik sesuai dengan SPPA (Sistem Peradilan Pidana Anak).

Baca Juga :  Penuhi Hak 13 Orang Warga Binaan, Bapas Pangkalan Bun Hadiri Sidang TPP
Foto: Ist

Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di mana tugas dan fungsi Bapas untuk melakukan penelitian pemasyarakatan, pembimbingan, pengawasan, dan pendampingan anak yang berkonflik dengan hukum pada setiap tingkatan. Pendampingan yang dilakukan bertujuan agar hak anak tetap terpenuhi sesuai dengan asas peradilan pidana anak, mendapatkan perlindungan, keadilan serta kepentingan terbaik bagi anak.

Kepala Balai Pemasyarakatan (Kabapas) M Arfandy menyambut baik kegiatan yang dilakukan ini.

Baca Juga :  Tanggapi RPJMD 2021 - 2026, Dewan Kotim Minta Kinerja BUMD Ditingkatkan

“Dalam peradilan pidana anak tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak seperti melakukan diversi terhadap anak yang berkonflik dengan hukum, di mana PK wajib melakukan pendampingan sesuai dengan amanat SPPA. Sehingga asas kepentingan terbaik bagi anak serta kelangsungan hidup dan tumbuh kembang anak dapat terpenuhi,” pungkas Arfandy. (hms/red1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA