oleh

Banjir Rob Rendam Puluhan Hektar Kebun Warga di Desa Cemara Labat Kapuas

KUALA KAPUAS, inikalteng.com – Selain menerjang area pesisir Desa Palampai, Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas, banjir rob atau air pasang laut juga ternyata menerjang perkebunan warga di Desa Cemara Labat, wilayah kecamatan setempat.

Naiknya permukaan air laut yang terjadi pada, Senin (5/4/2021) tersebut, kini totalnya telah merendam sekitar 50 hektar lahan perkebunan warga desa setempat.

“Jadi, selain di Desa Palampai, banjir rob atau air pasang juga kemarin terjadi di Desa Cemara Labat. Adapun luasan lahan pertanian yang terendam banjir rob di Desa Cemara Labat mencapai 40 hektar, sedangkan di Desa Palampai hanya seluas 10 hektar. Sehingga totalnya mencapai sekitar 50 hektar,” kata Camat Kapuas Kuala, Inop via telepon, Kamis (8/4/2021).

Baca Juga :  Data Ketenagakerjaan di Kotim Harus Dibenahi

Selain merendam kebun tanaman semangka, air pasang tersebut juga merendam tanaman labu kuning, kacang, terong, karwila, lombok, pare dan tanaman timun.

Selaku Camat, Inop menyatakan prihatin atas kejadian yang dialami para petani di dua desa di Kecamatan Kapuas Kuala tersebut. Karena akibat banjir rob itu warga mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Baca Juga :  Cara PT EBA Rangkul Masyarakat Mendapat Apresiasi Dewan

Inop berharap masyarakat petani di Desa Cemara Labat dan Desa Palampai bisa tabah dengan musibah yang dialami dan juga agar kiranya tetap waspada dengan kondisi cuaca ekstrim saat ini.

Menurut Inop masyarakat Desa Cemara Labat berharap Pemerintah Daerah Kapuas dapat segera membantu baik berupa bibit tanaman, pupuk dan obat-obatan pertanian.

Baca Juga :  Mantan Karyawan PT GAL Tuntut Haknya Segera Dibayar

“Yang lebih utama lagi, masyarakat di sana (Cemara Labat) mengharapkan bantuan pembangunan tanggul air yang berfungsi untuk menahan gelombang pasang maupun air pasang,” pungkas Inop. (sri/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA